pengalamanku

Aku sangat kebingungan jika harus mencerikatan pengalaman pribadiku. tetapi akan aku coba walaupun itu sangat sulit bagiku.

Pengalaman pertamaku saat memasuki gerbang sekolahku yaitu Smadabo aku sangat terkesan, karena sekilah yang memang aku impikan sejak dulu sudah ada didepan mataku. bangunan yang berdiri kokoh tampak memikatku untuk segera memasukinya, meskipun saat itu aku baru akan mengikuti pendaftaran masuk SMAda. Saat itu keadaan sangat ramai karena aktivitas para peserta pendaftaran yang lalu lalang, tampak semua peserta ingin ditrima disekolah ini karena menurut mereka SMAda adalah sekolah favorit karena dapat menyalurkan potensi-potensi mereka. teman pertama yang aku kenal saat pendaftaran selain teman2 SMPku adalah Hima tetapi dia tidak satu kelas denganku waktu kelas X.

waktu pendaftaran aku memilih memakai sendal, karena menurutku momen ini tidak atau belum formal. karena peserta pendaftaran yang sangat banyak dan sama-sama berebut untuk segera bisa terdaftar akhirnya rela berdesak-desaken dan tak menghiraukan langkahnya. secara tak sengaja kakiku dan kaki temanku terinjak oleh peserta yang lain akibatnya kami mundur dari antrian tersebut. karena pendaftaran yang ditunda karena waktu sholat dhuhur tiba sebagian besar pesertapun juga pulang begitu juga dengan kami, saat kami kembali keSMAda untuk melanjutkan pendaftaran akhirnya kami memakai sepatu untuk menghindari kaki kami terinjak lagi

 

ternyata SMA sangat berbeda dengan SMP, sikap dan penampilan-pun berubah. lebih dewasa itulah SMA. waktu pertama masuk sekolah untuk mengikuti mos, aku memakai seragam dengan atasan berwarna putih dan memaikai rok hitam (yang kata temen2 tuch seragam kyak mw jd sales ajha). teman kelas baru, yang memaksaku untuk beradaptasai lagi dengan mereka. awalnya tidaklah nyaman berda disekitar orang-orang yang belum kita kenal tetapi dengan usaha untuk kenal dan akrab dengan mereka itu yang perlu aku lakukan agar nyaman saat proses pembelajaran nanti. teman pertama yang menyapaku adalah Filla dan juga sebagai teman sebangkuku, awalnya jg tidak nyaman karena belum kenal tetapi lama-kelamaan menjadi akrab dan kita semakin terbuka tentang masalah kita. saat naik kelas XI ini aku tidak sekelas dengannya,tetapi kami tetap menjaga hubungan pertemanan kami dengan baik sehingga sampai sekarang kami selalu akrab dan sering bercerita tentang masalah-masalah kami. saat mos kelasku adalah dijuluki kelas terpasif diantara kelas2 yang lain, kerena dikenal anak2ny yang pendiam tetapi aslinya tidaklah begitu.. hehe

 

ternyata pembelajaran diSMA tidak jauh berbeda dengan SmP, tetapi prosesnya yang sedikit berbeda. pelajarannya pun juga tidaklah jauh berbeda. para pengajar yang menggunakan cara mengajar yang berbeda-beda sehingga memaksa kami untuk mengikuti peraturannya. tetapi jg dapat membuat kami tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran tersebut.

semua teman dikelas ternyata sangat baik jika aku sudah mengenal mereka, semua dapat merasakan apa yang aku rasakan. jika ada seorang yang merasa sedih semua teman berusa menghibur dan berusaha membantunya untuk menyelesaikan masalahnya, jika harus bercerita tentang kekompakan kelasku belum memenuhi standar kekompakan agar kami lebih mengetahui karakter satu dengan yang lain. sering mengadakan acara untuk sekegar kumpul bersama tetapi respon dari teman-teman yuang lain sangatlah rendah, sehingga membuat kami malas untuk mengadakan acara2 untuk kumpul bersama.

 

hemmm,, sangat sedih sekali jika harus berpisah dengan teman sekelas yang sudah melewati tantangan oproses pembelajaran bersama selama satu tahun. kebiasaan berkumpul untuk bercerita masalah masing2 hilang, meskipun masih dapat dilakukan dilain kesempatan tetapi suasananya sangat berbeda. rasanya ingin kembali dikelas X dulu, tetapi karena berjalannya waktu membuat kami harus terus berkembang. ingin kembali untuk dapat menghargai waktu bersama sebelum berpisah. ingin memperbaiki kesalahan yang telah terjadi. telah dapat menyadarkan ku jika waktu itu memang berharga jika kita mampu memaknainya....!!!!!!

Aktivitas idul adha

Rutinitasku saat idul adha yaitu aku memulainya dengan sholat idul adha disekolah. aku mengikuti acara tersebut sampai selesai. setelah itu aku pulang dan segera berkumpul dengan keluargaku karena waktu berkumpul dengan keluarga sangatlah terbatas dalam keseharian kami. setiap hari semua anggota keluargaku beraktivitas disekolah, dan diwaktu sore atau malam hari saat makan malam kami baru mempunyai waktu untuk berkumpul bersama dengan keluarga.

pembagian daging kurban didesaku biasanya berlangsung pada siang hari sekitar pukul 10 sampai 11 WIB. setelah mendapat bagian daging kurban ibuku langsung memasak daging tersebut sebagai lauk untuk makan siang. ibuku memasak daging dengan menggoreng atau menjadikan campuran untuk sayur asem-asem. tak lupa tradisi nyate saat hari raya kurban ini kami lakukan, karena suasana nyate saat hari raya kurban ini sangatlah berbeda dengan suasana biasanya.

itulah aktivitas yang biasa aku lakukan saat hari raya idul adha tiba.

cermin rasaku


Aku hanya sekedar anak kecil bagimu, yang memang mudah untuk dipermainkan.

Aku takjauh berbeda dengan anak kecil yang percaya akan harapan-harapan semu darimu.

Bagimu aku seperti daun tua yang berguguran karna sudah tak berguna lagi bagi pohonnya, tapi kau tahu daun tua itu kan berguna jika daun-daun muda tak dapat lagi diraih oleh seekor rusa kecil yang tak berdaya.

seperti diriku yang kini terombang-ambing karna ombakmu.

ku tak lagi berdaya jika kau terlalu menyudutkanku.

tapi kan kucoba bertahan meski dunia tak berpihak lagi padaku. ku kan berjuang hingga kau sadar arti kehadiranku disini....!!!!!